latihan3

cobaaaaaaaaaaa

Cari Blog Ini

Sabtu, 19 Maret 2011

Belajar Hidup Dari Hidup Rasulullah SAW

Dalam Allah SWT berfirman,”Wahai Nabi! Sesungguhnya kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah (Islam) dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi. Al Quran Surah Al-Ahzab (33: 45-46)  Masya Allah! Allah benar-benar telah memuliakan kita, manusia ini, dengan diutusnya seorang Rasul penutup: Muhammad SAW. Dia menjadi pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, serta menjadi penyeru kepada agama Islam dengan izin-Nya dan sebagai cahaya yang meneranginya.  Kehadiran Rasulullah adalah cahaya bagi manusia. Dia adalah teladan yang sempurna untuk kehidupan di dunia ini dan kehidupan abadi di akhirat nanti. Sebab, pada diri RasulullahMuhammad SAW, terdapat teladan yang baik dan maha sempurna.  Buku ini memberikan gambaran ringkas perjalanan hidup Rasulullah SAW, sejak kelahirannya hingga ajal menjemput. Bagi kaum muslim, membaca buku ini merupakan cara untuk lebih mengenal Rasulullah SAW, untuk lebih mencintainya. Dengan mengenal dan mencintainya, kerinduan untuk bertemu dengan Rasulullah SAW insya Allah akan makin membuncah. Kerinduan, yang mesti ditunaikan dengan meneladani apa-apa yang dicontohkan Rasulullah SAW.  Bagaimana orang bisa mengklaim mencintai Rasulullah Muhammad SAW jika pada dirinya tidak ada pengetahuan mengenai kekasihnya itu. Mencintainya antara lain dengan mengetahui dan mengenal nama-namanya, mengetahui sifat-sifatnya, mengenal kelembutan dan kasih sayangnya, mengenal bagaimana Rasulullah SAW mencintai umautnya.  Kita mafhum, sebelum kedatangan Rasulullah SAW tatanan moral dan adab dunia amburadul. Jamak masa itu dikenal dengan jaman jahiliyah, jaman kegelapan. Sebagaimana Allah tegaskan, Muhammad SAW diutus-Nya untuk memberi cayaha, penerangan bagi dunia dan seisinya. Sebagai rahmat bagi dunia, bukan saja manusia dan jin, tapi seluruh makhluk Allah.  Buku ini memberi gambaran bagaimana kondisi dunia (khususnya di Arab) sebelum kelahiran Muhammad SAW. Memberi pula gambaran masa kecil dan muda Muhammad SAW. Bagaimana Muhammad mendapatkan wahyu ketika berada di Gua Hira. Buku ini menjajikan secara lengkap perjalanan kenabian beliau. Bagaimana perjuangan Rasullah dan para sahabat saat awal-awalkenabian hinggaketika kemudian harus hijrah ke Madinah. Perkembangan perjuangan di Madinah, yang pada akhirnya beberapa kali Nabi SAWdan sahabat harus mengangkat senjata karena diserang kaum Musrikin dan beberapa kali pula harus menandatangani perjanjian perdamaian, juga digambarkan secara gamblang. Pada akhirnya, Rasulullah dapat merebut kembali Mekah pada tahun 8-Hijriyah atau saat Nabi SAW berusia 60 tahun. Penaklukan Mekah terjadi setelah perjanjian Hudaibiyah dan penaklukan Khaibar. Keduaperistiwa itu adalah jalan pembuka bagi kembalinya Mekah ke tangan Islam. Dengan takluknya Mekah, banyak kemudian suku-suku di Arab yang menyatakan keislaman mereka, misalnya suku Aslam, Ghifar, Daus, Bani Salim dan lainnya.Dan yang istimewa, Rasulullah menaklukkan Mekah tampa pertumpahan darah.  Pada buku ini juga digambarkan bagaimana Rasulullah menghadapi ajal. Sungguhpun Allah telah menjamin Surga kepadanya dan ia bersih dari dosa, maut tetap menjemput. Rasa sakit ketika nyawa dicabut dari raga Rasulullah, tiada terkira. Jika seorang Rasul yang pada dirinya tiada doda surga telah dijamin baginya, rasa sakit hadir saat nyawa lepas dari raga, lalu bagaimanakah dengan kita? Sungguh, ini pelajaran yang amat berharga.  Muhammad SAW lahir pada hari Senin saat matahari terbit. Ini adalah pertanda bahwa ia akan menjadi cahaya bagi alam semeta. Rasulullah pun meninggal pada hari Senin saat matahari terbit. Ini adalah isyarat bahwa ajarannya tidak akan lenyap sampai akhir jaman. Sungguh. Sebab, Allah-lah yang akan menjaganya. Allah-lah yang akan menjaga Quran dan sunah-sunahNabi SAW untuk tetap ada. Allah sendiri yang berjanji, dan Dia tak pernah ingkar atas janji-Nya.  Dan Quran sendiri telah menegaskan, ”Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa Rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, maka kamu akan berbalik ke belakang (murtad)? Siapa yang berbalik ke belakang, maka dia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersykur.” (Ali Imran [3]: 144)  Lebih lanjut tentang: Belajar Hidup Dari Hidup Rasulullah SAW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Temui Kami Di FACEBOOK